<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Moga bunda disayang Allah</title>
	<atom:link href="http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/12/moga-bunda-disayang-allah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/12/moga-bunda-disayang-allah/</link>
	<description>gw seorang yang suka menghayal atau juga bermimpi.
so menulis menurut gw adalah salah satu cara untuk mengisi waktu gw dan mengasah kemampuan verbal gw yang kalah telak dibandingkan kemampuan khayalan gw *sambil mengingat klo kemampuan itu tercantum gak yah dalam multiple intelegent???*.
tau gak klo salah satu yang paling membahagiakan itu (selain dapat uang satu miliar ato gw menang kuis liburan ke paris *sambil menghayal*, benar khan gw tuh suka menghayal)
yah klo gw udah bisa menuangkan hayalan gw atau uneg2 gw dalam bentuk tulisan(bagaikan menang perhargaan best dream award).
satu hal yang paling gw hargai dalam menulis yaitu sebuah tulisan adalah hadiah kita untuk sesama, perhatian kita untuk mereka, terpenting, perhatian kita untuk diri sendiri. 

</description>
	<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 08:38:08 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: CocoChanels</title>
		<link>http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/12/moga-bunda-disayang-allah/#comment-59</link>
		<dc:creator>CocoChanels</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 10:04:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/12/moga-bunda-disayang-allah/#comment-59</guid>
		<description>Who knows where to download XRumer 5.0 Palladium? 
Help, please. All recommend this program to effectively advertise on the Internet, this is the best program!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Who knows where to download XRumer 5.0 Palladium?<br />
Help, please. All recommend this program to effectively advertise on the Internet, this is the best program!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fina</title>
		<link>http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/12/moga-bunda-disayang-allah/#comment-58</link>
		<dc:creator>fina</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 06:24:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/12/moga-bunda-disayang-allah/#comment-58</guid>
		<description>lem kenal me admin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lem kenal me admin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Swulandari</title>
		<link>http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/12/moga-bunda-disayang-allah/#comment-52</link>
		<dc:creator>Swulandari</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 08:33:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/12/moga-bunda-disayang-allah/#comment-52</guid>
		<description>hebat, dikau telah jadi anak yang hebat...
wah gue terharu banget..
aku pernah baca tulisan ini.. semoga jadi inspirasi kita semua....

Tangan Yang Indah
(Kepada sesiapa yang masih ada ibu... )

Ketika ibu saya berkunjung, ibu
mengajak saya untuk shopping
bersamanya kerana dia menginginkan
sepasang baju kurung yg baru. Saya
sebenarnya tidak suka pergi membeli
baju bersama dengan orang lain,
dan saya bukanlah orang yang sabar,
tetapi walaupun demikian kami
pergi juga ke pusat perbelanjaan
membeli baju tersebut. Kami
mengunjungi setiap butik yang
menyediakan pakaian wanita, dan ibu
saya
mencuba sehelai demi sehelai pakaian
dan mengembalikan semuanya.
Seiring hari yang berlalu, saya mulai
penat dan kelihatan jelas riak2
kecewa di wajah ibu.

Akhirnya pada butik terakhir yang kami
kunjungi, ibu saya mencuba satu
baju kurung yang cantik . Dan kerana
ketidaksabaran saya, maka untuk
kali ini saya ikut masuk dan berdiri
bersama ibu saya dalam fitting
room, saya melihat bagaimana ibu
mencuba pakaian tersebut, dan dengan
susah mencuba untuk mengenakannya.
Ternyata tangan-tangannya sudah
mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang
sendi dan sebab itu dia tidak
dapat melakukannya, seketika
ketidaksabaran saya digantikan oleh
suatu
rasa kasihan yang dalam kepadanya.
Saya berbalik pergi dan cuba
menyembunyikan air mata yang keluar
tanpa saya sedari. Setelah saya
mendapatkan ketenangan lagi, saya
kembali masuk ke fitting room untuk
membantu ibu mengenakan pakaiannya.

Pakaian ini begitu indah, dan ibu
membelinya. Shopping kami telah
berakhir, tetapi kejadian tersebut
terukir dan tidak dapat dilupakan
dari ingatan ..
Sepanjang sisa hari itu, fikiran saya
tetap saja kembali pada saat
berada di dalam fitting room tersebut
dan terbayang tangan ibu saya
yang sedang berusaha mengenakan
pakaiannya. Kedua tangan yang penuh
dengan kasih, yang pernah menyuapi,
memandikan saya, memakaikan baju,
membelai dan memeluk saya, dan
terlebih dari semuanya, berdoa untuk
saya, sekarang tangan itu telah
menyentuh hati saya dengan cara yang
paling berbekas dalam hati saya.
Kemudian pada malam harinya saya
pergi ke kamar ibu saya mengambil
tangannya, lantas menciumnya ... dan
yang membuatnya terkejut, saya
memberitahunya bahwa bagi saya kedua
tangan tersebut adalah tangan yang
paling indah di dunia ini. Saya
sangat bersyukur bahwa Tuhan telah
membuat saya dapat melihat dengan
sejelasnya, betapa bernilai dan
berrharganya kasih sayang yang penuh
pengorbanan dari seorang ibu.

Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu
hari kelak tangan saya dan hati
saya akan memiliki keindahannya
tersendiri. Dunia ini memiliki banyak
keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang
begitu agung, tetapi tak satu pun
yang dapat menandingi keindahan tangan
Ibu...

regards
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hebat, dikau telah jadi anak yang hebat&#8230;<br />
wah gue terharu banget..<br />
aku pernah baca tulisan ini.. semoga jadi inspirasi kita semua&#8230;.</p>
<p>Tangan Yang Indah<br />
(Kepada sesiapa yang masih ada ibu&#8230; )</p>
<p>Ketika ibu saya berkunjung, ibu<br />
mengajak saya untuk shopping<br />
bersamanya kerana dia menginginkan<br />
sepasang baju kurung yg baru. Saya<br />
sebenarnya tidak suka pergi membeli<br />
baju bersama dengan orang lain,<br />
dan saya bukanlah orang yang sabar,<br />
tetapi walaupun demikian kami<br />
pergi juga ke pusat perbelanjaan<br />
membeli baju tersebut. Kami<br />
mengunjungi setiap butik yang<br />
menyediakan pakaian wanita, dan ibu<br />
saya<br />
mencuba sehelai demi sehelai pakaian<br />
dan mengembalikan semuanya.<br />
Seiring hari yang berlalu, saya mulai<br />
penat dan kelihatan jelas riak2<br />
kecewa di wajah ibu.</p>
<p>Akhirnya pada butik terakhir yang kami<br />
kunjungi, ibu saya mencuba satu<br />
baju kurung yang cantik . Dan kerana<br />
ketidaksabaran saya, maka untuk<br />
kali ini saya ikut masuk dan berdiri<br />
bersama ibu saya dalam fitting<br />
room, saya melihat bagaimana ibu<br />
mencuba pakaian tersebut, dan dengan<br />
susah mencuba untuk mengenakannya.<br />
Ternyata tangan-tangannya sudah<br />
mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang<br />
sendi dan sebab itu dia tidak<br />
dapat melakukannya, seketika<br />
ketidaksabaran saya digantikan oleh<br />
suatu<br />
rasa kasihan yang dalam kepadanya.<br />
Saya berbalik pergi dan cuba<br />
menyembunyikan air mata yang keluar<br />
tanpa saya sedari. Setelah saya<br />
mendapatkan ketenangan lagi, saya<br />
kembali masuk ke fitting room untuk<br />
membantu ibu mengenakan pakaiannya.</p>
<p>Pakaian ini begitu indah, dan ibu<br />
membelinya. Shopping kami telah<br />
berakhir, tetapi kejadian tersebut<br />
terukir dan tidak dapat dilupakan<br />
dari ingatan ..<br />
Sepanjang sisa hari itu, fikiran saya<br />
tetap saja kembali pada saat<br />
berada di dalam fitting room tersebut<br />
dan terbayang tangan ibu saya<br />
yang sedang berusaha mengenakan<br />
pakaiannya. Kedua tangan yang penuh<br />
dengan kasih, yang pernah menyuapi,<br />
memandikan saya, memakaikan baju,<br />
membelai dan memeluk saya, dan<br />
terlebih dari semuanya, berdoa untuk<br />
saya, sekarang tangan itu telah<br />
menyentuh hati saya dengan cara yang<br />
paling berbekas dalam hati saya.<br />
Kemudian pada malam harinya saya<br />
pergi ke kamar ibu saya mengambil<br />
tangannya, lantas menciumnya &#8230; dan<br />
yang membuatnya terkejut, saya<br />
memberitahunya bahwa bagi saya kedua<br />
tangan tersebut adalah tangan yang<br />
paling indah di dunia ini. Saya<br />
sangat bersyukur bahwa Tuhan telah<br />
membuat saya dapat melihat dengan<br />
sejelasnya, betapa bernilai dan<br />
berrharganya kasih sayang yang penuh<br />
pengorbanan dari seorang ibu.</p>
<p>Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu<br />
hari kelak tangan saya dan hati<br />
saya akan memiliki keindahannya<br />
tersendiri. Dunia ini memiliki banyak<br />
keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang<br />
begitu agung, tetapi tak satu pun<br />
yang dapat menandingi keindahan tangan<br />
Ibu&#8230;</p>
<p>regards</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abon</title>
		<link>http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/12/moga-bunda-disayang-allah/#comment-51</link>
		<dc:creator>Abon</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2007 04:07:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/12/moga-bunda-disayang-allah/#comment-51</guid>
		<description>Salut..., Salut banget !!!
Tulisan kamu ini benar-benar membuatku terharu membacanya.
Seorang ibu memang seorang pahlawan, guru, dokter, dan akan selalu berusaha agar anak-anaknya senang.

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salut&#8230;, Salut banget !!!<br />
Tulisan kamu ini benar-benar membuatku terharu membacanya.<br />
Seorang ibu memang seorang pahlawan, guru, dokter, dan akan selalu berusaha agar anak-anaknya senang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
