Hati-hati dengan hati
Seorang muslim akan bahagia ketika ia dapat menjauhi keluhan,
kesediahn, dan kerinduan. Demikian pula ketika ia dapat mengatasi
keterasingan, keterputusasaan, dan keterpisahan yang dikeluhkan para
penyair. Betapapun yang demikian itu adalah tanda kehampaan hati.
{Tidakkah kamu melihat orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya
sebagai Rabb-nya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan
Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan
tutupan atas penglihatannya?}
(QS. Al-Jatsiyah: 23)
Nb: diangkat dari sebuah tulisan di buku La Tahzan
December 30th, 2007 at 4:12 pm
Ass. Alhmdlh,bgs jg tulisan di blogny yg judulnya hati2 dg hati. Btw msh mau buku la tahzan (free of charge) dr aq utk qm. Kl mau krm alamat qm spy bs aq krm(sms ke aq y di 085693534422) wslm.
December 15th, 2008 at 9:42 pm
assalamu’alaikum
hati-hati dengan hati…kok mirip dengan judul lagu tim nasyid TOH (The One Harmony)