Hati-hati dengan hati

Seorang muslim akan bahagia ketika ia dapat menjauhi keluhan,
kesediahn, dan kerinduan. Demikian pula ketika ia dapat mengatasi
keterasingan, keterputusasaan, dan keterpisahan yang dikeluhkan para
penyair. Betapapun yang demikian itu adalah tanda kehampaan hati.

{Tidakkah kamu melihat orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya
sebagai Rabb-nya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan
Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan
tutupan atas penglihatannya?
}

(QS. Al-Jatsiyah: 23)

Nb: diangkat dari sebuah tulisan di buku La Tahzan

2 Responses to “Hati-hati dengan hati”

  1. Seno Says:

    Ass. Alhmdlh,bgs jg tulisan di blogny yg judulnya hati2 dg hati. Btw msh mau buku la tahzan (free of charge) dr aq utk qm. Kl mau krm alamat qm spy bs aq krm(sms ke aq y di 085693534422) wslm.

  2. ridwan Says:

    assalamu’alaikum
    hati-hati dengan hati…kok mirip dengan judul lagu tim nasyid TOH (The One Harmony)

Leave a Reply