<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: PILKADA Sulsel</title>
	<atom:link href="http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/11/pilkada-sulsel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/11/pilkada-sulsel/</link>
	<description>gw seorang yang suka menghayal atau juga bermimpi.
so menulis menurut gw adalah salah satu cara untuk mengisi waktu gw dan mengasah kemampuan verbal gw yang kalah telak dibandingkan kemampuan khayalan gw *sambil mengingat klo kemampuan itu tercantum gak yah dalam multiple intelegent???*.
tau gak klo salah satu yang paling membahagiakan itu (selain dapat uang satu miliar ato gw menang kuis liburan ke paris *sambil menghayal*, benar khan gw tuh suka menghayal)
yah klo gw udah bisa menuangkan hayalan gw atau uneg2 gw dalam bentuk tulisan(bagaikan menang perhargaan best dream award).
satu hal yang paling gw hargai dalam menulis yaitu sebuah tulisan adalah hadiah kita untuk sesama, perhatian kita untuk mereka, terpenting, perhatian kita untuk diri sendiri. 

</description>
	<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 08:53:14 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: Ahmad</title>
		<link>http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/11/pilkada-sulsel/#comment-49</link>
		<dc:creator>Ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Nov 2007 13:54:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/11/pilkada-sulsel/#comment-49</guid>
		<description>hehehe... yah, bisa dibilang "pikiran terpendam yang meletus ke permukaan"... sekadar menunjukkan kepedulian terhadap kondisi daerah asal...

Hmm... untuk ngejelasin "ngerti Politik" itu apa, saya merekomendasikan (alah, kayak apa coba..) Fitra untuk membaca buku yang judulnya "PANDANGAN TAJAM TERHADAP POLITIK", ditulis oleh Syaikh Ramadhan Al-Jazairi (kalo gak salah inget, tapi judulnya persis seperti di atas).. Disitu diulas panjang lebar, mendalam dan 'panas' mengenai POLITIK (dalam perspektif Islam)... Sehabis baca itu, sy pun bertambah kesadaran, bahwa menjadi Pemimpin dan Terjun ke Ranah Politik adalah dua hal yang berbeda (dan kedua-duanya BUKANLAH HAL YANG MUDAH)...
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehehe&#8230; yah, bisa dibilang &#8220;pikiran terpendam yang meletus ke permukaan&#8221;&#8230; sekadar menunjukkan kepedulian terhadap kondisi daerah asal&#8230;</p>
<p>Hmm&#8230; untuk ngejelasin &#8220;ngerti Politik&#8221; itu apa, saya merekomendasikan (alah, kayak apa coba..) Fitra untuk membaca buku yang judulnya &#8220;PANDANGAN TAJAM TERHADAP POLITIK&#8221;, ditulis oleh Syaikh Ramadhan Al-Jazairi (kalo gak salah inget, tapi judulnya persis seperti di atas).. Disitu diulas panjang lebar, mendalam dan &#8216;panas&#8217; mengenai POLITIK (dalam perspektif Islam)&#8230; Sehabis baca itu, sy pun bertambah kesadaran, bahwa menjadi Pemimpin dan Terjun ke Ranah Politik adalah dua hal yang berbeda (dan kedua-duanya BUKANLAH HAL YANG MUDAH)&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 'Fitra'</title>
		<link>http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/11/pilkada-sulsel/#comment-48</link>
		<dc:creator>'Fitra'</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2007 12:31:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/11/pilkada-sulsel/#comment-48</guid>
		<description>waw,,, huuu nampaknya pikirannya dah lama terpendam,, iya yah,, aneh jg tuh perpaduan PKS ma Golkar huehehehe, yah itu lah kepentingan,,,

btw, mksdnya 'ngerti politik' itu apa k,, soalnya sepemahaman sy 'politik itu seni atau utk memperoleh sesuatu' biasa dihubungkan dengan jabatan pemerintahan... hehehhe
mmm dedeh kok jd politik sih huhehehhe
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waw,,, huuu nampaknya pikirannya dah lama terpendam,, iya yah,, aneh jg tuh perpaduan PKS ma Golkar huehehehe, yah itu lah kepentingan,,,</p>
<p>btw, mksdnya &#8216;ngerti politik&#8217; itu apa k,, soalnya sepemahaman sy &#8216;politik itu seni atau utk memperoleh sesuatu&#8217; biasa dihubungkan dengan jabatan pemerintahan&#8230; hehehhe<br />
mmm dedeh kok jd politik sih huhehehhe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad</title>
		<link>http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/11/pilkada-sulsel/#comment-47</link>
		<dc:creator>Ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 14:52:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://a1-luv17.blog.friendster.com/2007/11/pilkada-sulsel/#comment-47</guid>
		<description>Assalamu alaikum...

Ikutan ah.. secara tema yang dibahas lumayan menarik: PILKADA...PILKADA SULSEL lagi (daerah asal sy)... Mau ngasih sedikit opini...

Pertama, mengutip perkataan kak Muhsin (waktu ngobrolin tema2 Pilkada), katanya hampir bisa dipastikan bahwa yang memenangkan PILKADA ini adalah yang "duitnya paling banyak" (catet).. Jadi, waktu itu k' Muhsin bilang, hampir pasti Amin Syam oppo' jadi gubernur lagi... Tapi kayaknya analisis ini berdasar pd asumsi bahwa massa pemilih di sulsel "money-oriented", dengan kata lain: "dapat dibeli"... Moga2 asumsi ini tidak terbukti...

Kedua, mengenai isu latarbelakang etnisitas, maupun keterkaitan kekeluargaan dengan "Orang Penting"... Sy setuju kita jangan memandang siapa dia dan dia darimana, yang penting apakah dia "qualified" nggak buat jadi pemimpin/orang no.1 di Sulsel (secara daerah ini mang strategis sekali).. Trus, sy SANGAT tidak setuju adanya campur tangan pihak2 tertentu yg ingin "bermain" di belakang layar... Yah, seperti isu kekeluargaannya Mansyur Ramli dengan Jusuf Kalla (sang Wapres).. Dan, isu ini sepengetahuan sy berkembang lebih dari sekadar isu... Banyak manuver2 J. Kalla (representasi dari Golkar, dan juga grup H. Kalla, PT. Bosowa) yang menggandengkan keberpihakannya pada calon ASMARA.. Dan sayangnya, menurut sy lg, publik masih termakan oleh manuver2 seperti ini... Ironis, masak kita sudah reformasi sekian lama, paradigma kita masih terpasung pada "restu tokoh yg berkuasa"? Apakah untuk menjadi kepala daerah MASIH harus sungkem kepada Orang Penting?

Terakhir, mungkin orang bilang politik itu S#cks... Mungkin ada benarnya.. Lihatlah bgmana PKS yng notabene partai Islam mendukung calon ASMARA, bukan Abdul Azis Kahar yg lebih kental warna Islamnya dibanding kedua calon lain.. Entah, ada bargaining politik apa, ato pergeseran orientasi dari partai Islam sekelas PKS.. Yang jelas, motif kepentingan berkuasa bermain disini...

Terlepas dari itu semua, nampaknya kita jg patut berbangga hati bahwa 'pesta demokrasi' dengan sistem pemilihan langsung yg pertama pun bisa digelar di Sulsel..Belum lagi melihat kenyataan bahwa para calon bisa dikatakan merepresentasikan golongan2 yg ada di masyarakat...Ini dapat dilihat dari 3 calon yg punya basis massa tersendirinya masing2(bahkan, setau sy ada 4 calon, 1 lg anaknya/saudara A. Mattalatta yg masih muda..kok g nongol? apa gak lolos verifikasi y?).. Smg output dari PILKADA I ini bener2 sesuai harapan masyarakat SULSEL.. Karena,Sekali lagi, bukan "siapa" yg menjadi masalah, namun "apa &#38; bagaimana" sang Gubernur/wkl. Gub terpilih bisa mewujudkan harapan masyarakat... Kasian rakyat kalo birokrasi hanya jadi "sarang penyamun..."

Konklusinya, sy teringat pendapat para Ulama... bahwa yang berHAK untuk terjun ke dalam kancah politik adalah orang2 yg benar2 memahami dan menguasai politik itu sendiri.. Kalo boleh, sy cuma mau bertanya pada ke3 calon tersebut: "apakah Anda sudah ngerti politik, belum?"..Jawabannya, tentu mereka yang tahu...

Upss.. sori kepanjangan... terbawa esmosi soalnya, hehe///

Anyway, sy sepakat alumni 17 harus bisa menjadi Pemimpin daerah SULSEL di masa mendatang... ANalogi aja lah: alumni2 ITB kan banyak yg jadi pemimpin negara, harusnya alumni2 17 juga banyak yg jadi pemimpin di daerah tercinta Sulsel... *Semoga sy bisa menjadi satu dari sekian*
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu alaikum&#8230;</p>
<p>Ikutan ah.. secara tema yang dibahas lumayan menarik: PILKADA&#8230;PILKADA SULSEL lagi (daerah asal sy)&#8230; Mau ngasih sedikit opini&#8230;</p>
<p>Pertama, mengutip perkataan kak Muhsin (waktu ngobrolin tema2 Pilkada), katanya hampir bisa dipastikan bahwa yang memenangkan PILKADA ini adalah yang &#8220;duitnya paling banyak&#8221; (catet).. Jadi, waktu itu k&#8217; Muhsin bilang, hampir pasti Amin Syam oppo&#8217; jadi gubernur lagi&#8230; Tapi kayaknya analisis ini berdasar pd asumsi bahwa massa pemilih di sulsel &#8220;money-oriented&#8221;, dengan kata lain: &#8220;dapat dibeli&#8221;&#8230; Moga2 asumsi ini tidak terbukti&#8230;</p>
<p>Kedua, mengenai isu latarbelakang etnisitas, maupun keterkaitan kekeluargaan dengan &#8220;Orang Penting&#8221;&#8230; Sy setuju kita jangan memandang siapa dia dan dia darimana, yang penting apakah dia &#8220;qualified&#8221; nggak buat jadi pemimpin/orang no.1 di Sulsel (secara daerah ini mang strategis sekali).. Trus, sy SANGAT tidak setuju adanya campur tangan pihak2 tertentu yg ingin &#8220;bermain&#8221; di belakang layar&#8230; Yah, seperti isu kekeluargaannya Mansyur Ramli dengan Jusuf Kalla (sang Wapres).. Dan, isu ini sepengetahuan sy berkembang lebih dari sekadar isu&#8230; Banyak manuver2 J. Kalla (representasi dari Golkar, dan juga grup H. Kalla, PT. Bosowa) yang menggandengkan keberpihakannya pada calon ASMARA.. Dan sayangnya, menurut sy lg, publik masih termakan oleh manuver2 seperti ini&#8230; Ironis, masak kita sudah reformasi sekian lama, paradigma kita masih terpasung pada &#8220;restu tokoh yg berkuasa&#8221;? Apakah untuk menjadi kepala daerah MASIH harus sungkem kepada Orang Penting?</p>
<p>Terakhir, mungkin orang bilang politik itu S#cks&#8230; Mungkin ada benarnya.. Lihatlah bgmana PKS yng notabene partai Islam mendukung calon ASMARA, bukan Abdul Azis Kahar yg lebih kental warna Islamnya dibanding kedua calon lain.. Entah, ada bargaining politik apa, ato pergeseran orientasi dari partai Islam sekelas PKS.. Yang jelas, motif kepentingan berkuasa bermain disini&#8230;</p>
<p>Terlepas dari itu semua, nampaknya kita jg patut berbangga hati bahwa &#8216;pesta demokrasi&#8217; dengan sistem pemilihan langsung yg pertama pun bisa digelar di Sulsel..Belum lagi melihat kenyataan bahwa para calon bisa dikatakan merepresentasikan golongan2 yg ada di masyarakat&#8230;Ini dapat dilihat dari 3 calon yg punya basis massa tersendirinya masing2(bahkan, setau sy ada 4 calon, 1 lg anaknya/saudara A. Mattalatta yg masih muda..kok g nongol? apa gak lolos verifikasi y?).. Smg output dari PILKADA I ini bener2 sesuai harapan masyarakat SULSEL.. Karena,Sekali lagi, bukan &#8220;siapa&#8221; yg menjadi masalah, namun &#8220;apa &amp; bagaimana&#8221; sang Gubernur/wkl. Gub terpilih bisa mewujudkan harapan masyarakat&#8230; Kasian rakyat kalo birokrasi hanya jadi &#8220;sarang penyamun&#8230;&#8221;</p>
<p>Konklusinya, sy teringat pendapat para Ulama&#8230; bahwa yang berHAK untuk terjun ke dalam kancah politik adalah orang2 yg benar2 memahami dan menguasai politik itu sendiri.. Kalo boleh, sy cuma mau bertanya pada ke3 calon tersebut: &#8220;apakah Anda sudah ngerti politik, belum?&#8221;..Jawabannya, tentu mereka yang tahu&#8230;</p>
<p>Upss.. sori kepanjangan&#8230; terbawa esmosi soalnya, hehe///</p>
<p>Anyway, sy sepakat alumni 17 harus bisa menjadi Pemimpin daerah SULSEL di masa mendatang&#8230; ANalogi aja lah: alumni2 ITB kan banyak yg jadi pemimpin negara, harusnya alumni2 17 juga banyak yg jadi pemimpin di daerah tercinta Sulsel&#8230; *Semoga sy bisa menjadi satu dari sekian*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
