PILKADA Sulsel
Sunday, November 4th, 2007Ada yang nonton liputan 6 Pagi ini??
Klo ada yang menonton pasti tau kenapa liputan 6 pagi ini cukup
spesial. Yah, hal ini disebabkan karena Bayu Sutiyono dan Nova Rini
membawakan berita pagi SCTV ini di Makassar plus di salah satu tempat
favorit saya yaitu pantai losari. Pada awalnya saya bingung kok tumben
berita pagi ini dibawakan dari luar studio dan terlebih lagi di kota
Makassar. Yah, ternyata saya baru ingat hari ini adalah PILKADA Sulsel.
Hari senin ini, 5 November 07, penduduk sulsel yang berada di Makassar
dan 22 kabupaten lain akan menggunakan hal pilihnya untuk pertama kali
pada pemilihan langsung Gubernur dan Wakil gubernur Sulsel 2008-2013.
Pilkada Sulsel diikuti tiga pasang kandidat, yakni Amin Syam (Gubernur Sulsel saat ini)-Mansyur Ramly (Mantan rektor Universitas Muslim Indonesia, Makassar), Aziz Qahhar Mudzakkar (Anggota DPD Sulsel, Anak dari Kahar Mudzakkar, tokoh DI-TII Sulsel)-Mubyl Handaling, dan Syahrul Yasin Limpo (Wakil Gubernur Sulsel saat ini) - Agus Arifin Nu’mang
(Ketua DPRD Sulsel). Pemenang pemilihan kepala daerah Sulawesi Selatan
sangat susah untuk diprediksi. Tiga pasangan kandidat mempunyai basis
suara yang kuat di daerah asal mereka masing-masing. Para pasangan juga
didukung banyak partai politik. Tak heran mereka akan bersaing ketat.
[dikutip dari sini]
Dari sudut pandang pribadi saya sebagai orang yang pernah tinggal di makassar menilai bahwa Amin-Mansyur (Asmara) dan Syahrul-Agus (Sayang)
merupakan dua pasangan yang menjadi calon kuat di Pilkada ini.
Amin-Mansyur merupakan pasangan yang diusung salah satunya oleh partai
Golkar dimana Golkar merupakan sebuah partai yang masih memiliki basis
kuat di Makassar sendiri. Trus, yang saya herankan kok latar belakang
Mansyur Ramly yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Jusuf Kalla
(lupa sebagai apa gitu) dibawa-bawa. Pengaruh keluarga ‘Kalla’ mungkin
bisa menjual. Yah mungkin ini namanya politik
Syahrul-Agus juga merupakan pasangan yang berasal dari partai Golkar
namun pada pilkada kali ini tentunya secara etis tidak bisa membawa
nama besar Golkar. Namun, ada juga latar belakang lain sering
disebutkan yaitu karena Syahrul Yasin Limpo merupakan satu-satunya
calon Gubernur yang berasal dari suku/etnis Makassar dibandingkan kedua
calon lain yang bersuka Bugis (nah ini suku Ayah saya ^_^). Melihat
sejarahnya, para Gubernur Sulsel terdahulu semuanya berasal dari suku
bugis dengan daerah yang bermacam-macam. Belum pernah ada gubernur yang
berasal dari suku/etnis Makassar, padahal suku makassar cukup
mendominasi suku Bugis sebagai penghuni wilaya Sulsel [dikutip dari sini].
Makanya sempat ada pihak berharap tampilnya figur Makassar sebagai
sulsel-1. Yah,, yah,,, gak jauh beda ma issue keluarga tadi saya
sendiri gemes aja dengan pihak yang membawa issue etnis dalam pemilihan
Pilkada ini.
Propinsi dengan ibukota Makassar ini merupakan daerah yang memiliki
potensi yang besar dan menjadi propinsi termaju di kawasan Indonesia
Timur. Tak peduli apapun asal partai politik, organisasi
kemasyarakatan, keluarganya, suku, asal daerah, tempat tinggal, usia
tua maupun muda, pekerjaan, tingkat kemapanan hidup, dan tingkat
pendidikannya, atau apa saja yang selama ini menjadi sekat kebersamaan,
Semoga masyarakat sulawesi selatan memilih pemimpin yang dapat
memajukan daerah tersebut, mengejar ketertinggalan pembangunan dari
daerah lain, dan berkomitmen membantu pemenuhan kebutuhan dasar rakyat,
khususnya bagi saya yaitu dalam bidang pendidikan. Yang terpenting
adalah pemimpin yang bersih ^_^.
Selamat memilih buat masyarakat
Sulawesi Selatan, mengutip kata-kata Bayu Sutiyono (presenter favoritku
^_^) “semoga pesta demokrasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur
langsung yang pertama di sulsel ini dapat berlangsung aman. Siapa pun
yang terpilih dapat bersama-sama membangun Sulsel”.
Eniwei, yang menjadi pertanyaan gw pertama kali sebenarnya sejak
sebulan lalu berada di kota Makassar dan mengenal para calon pertama
kali dari media-media kampanyenya, gw bingung deh dari dulu tuh
Makassar pemimpin daerah pasti dari kalangan itu-itu saja, maksudnya
jarang muncul nama-nama baru. Apa daerah ini kekurangan pemimpin atau
menjadi pemimpin harus memiliki latar belakang kuat? huehehe itu
pandangan singkat aja, secara gw kurang peduli dengan peta perpolitikan
di sulsel, males banget deh ![]()
,,, Jadi ingat waktu musyawarah besar Ikatan Alumni SMA ku (SMA
Unggulan 17 Makassar), ada nyeletuk kali aja suatu saat salah satu dari
kita akan menjadi pemimpin daerah ini maka kita harus dukung. Klo gw
mah, gk melihat latar belakangnya mau satu almamater ma gw tapi gk
qualified, ngapain dipilih huehehe, itupun kl gw memilih hihihihi. Jadi
excited 10-15 tahun lagi mungkin dah masanya angkatan gw yang akan
memimpin sulsel maupun Makassar. Who will be???