Archive for September, 2007

reposting:Mas Faiz

Sunday, September 30th, 2007

AYAH BUNDAKU

Bunda
engkau adalah
rembulan yang menari
dalam dadaku

Ayah
engkau adalah
matahari yang menghangatkan
hatiku

Ayah Bunda
kucintai kau berdua
seperti aku
mencintai surga

Semoga Allah mencium ayah bunda
dalam tamanNya terindah
nanti

(Januari  2002, dari buku: Untuk Bunda dan Dunia, DAR Mizan 2004)

Pertama kali saya membaca puisi di atas, saya langsung ingin tahu siapa arsitek dari rangkaian kata-kata yang dalam itu.
Pertama kali saya membaca surat untuk presiden yang dibuatnya, saya
penasaran ingin kenal siapakah gerangan bocah yang ulang tahunnya
bersamaan dengan hari ulang tahunku itu.
Siapakah Abdurahman Faiz???
Waktu itu adalah sekitar dua tahun yang lalu…
akhirnya saya mencari-cari di dunia virtual informasi tentang anak tersebut hingga saya tidak sengaja menemukan blog sang bocah.
Sejak saat itu saya bermimpi suatu saat saya ingin bertemu dengannya.

Selain puisi di atas, banyak puisi lainnya yang juga menyentuh hati
padahal menurutku pemilihan kata-katanya pun cenderung sederhana namun
dirangkaikan dengan indah.
Di satu sisi, banyak penyair yang bisa menulis kata-kata indah tapi hanya ketika saya membaca
tulisan mas faiz (tidak hanya puisi), saya bisa sangat terharu bahkan menitikkan air mata.
kenapa bisa seperti itu?
mungkin hal tersebut karena mas faiz menuliskan puisi dengan hati,
jujur, apa adanya, ungkapan perasaan, dan menggambarkan dirinya.
Jadi, ketika saya terharu membaca puisinya, tidak lain saya pun terpukau dengan kepribadiannya.

Tidak terlepas dari itu, saya pun kagum dengan mbak helvy tiana rosa
selaku bunda dari mas faiz Beliau seorang bunda yang berhasil mendidik
putra semata wayangnya sehingga bisa pintar dan murah hati.

Saya pernah membaca tentang masa kecil Helvy Tiana Rosa yang
diceritakan oleh mas faiz, bahwa mbak Helvy Tiana Rosa sejak kecil
kepribadiannya seperti faiz yaitu seorang yang sangat peka terhadap
lingkungan, dermawan, sangat cinta dengan masyarakat kecil.
Seorang faiz adalah perpaduan dari dua kebaikan dan kelebihan yang
dimiliki orangtuanya. Subhanallah inilah kehendak Allah swt. karena
kepribadian anak adalah cerminan dari orang tua.

Ya, Allah tuntunlah anak-anak Indonesia menjadi penerus bangsa yang akan membawa Indonesia ke masa yang jaya amien…
saya yakin masih banyak masfaiz-masfaiz lainnya.
yang masih kecil, remaja, seumurku, dan mungkin sekarang sedang menanti ajalnya.
Tuntunlah kami ya Rabb hingga kembali bersama-Mu

DOAKU HARI INI
 
 
Tuhanku
berikanlah waktumu padaku
untuk tumbuh di jalan cinta
dan menyemainya
di sepanjang jalan ayah bundaku
di sepanjang jalan Indonesiaku
di sepanjang jalan aku menujuMu
 
Amin
(Juli, 2003, dari buku: Untuk Bunda dan Dunia, DAR Mizan 2004)

 (Puisi diatas saya ambil dari Taman Hati Abdurrahman Faiz http://masfaiz.multiply.com)

09/09/2007, 10:16 am
Tidak sengaja gw memeriksa layar ponsel dan menyadari ada 2 miscal yang masuk dari lafra.
Segera gw mengirimkan pesan kepadanya untuk menanyakan perihal telepon tersebut.
Ternyata balasan pesan yang gw terima itu "tau g ada faiz di salman?"
gw pun masih blm ngeh, "hah, acara apa? kpn?",
dengan sigapnya lafra membalas "skrg. Ada kyk bedah buku dia gt",
gw pun meyakinkan apakah acaranya terbuka untuk umum dan dimana tempatnya,,,
setelah itu gw bersiap-siap untuk berangkat,,,
Namun, persiapanku tiba2 terpotong dengan pesan singkat di messanger dari si poo yang bertanya tentang perilaku desktop yang aneh dan kebetulan barusan gw alami karena disebabkan virus gk penting

Kyaa akhirnya gw pun meladeni pertanyaan si poo sebagai orang yang
pernah senasib dan habislah waktu sekitar sejam untuk siap2,,,
Tapi gw tetep berangkat walaupun gw yakin sudah ketinggalan banyak
acara tersebut dan keyakinan gw terbukti akhirnya setelah sampai di
Salman gw kehabisan buku terbarunya T_T dan acara bedah bukunya.
Tapi tidak masalah karena akhirnya semua terobati dengan perjumpaan setelah acara selesai. Nah ini dia hasil fotonya ^_^

Jangan bersedih

Friday, September 7th, 2007

Jangan bersedih, karena kesedihan itu akan
membuat rumah yang luas, harta yang melimpah, paras yang menawan,
kedudukan yang tinggi, ilmu yang dalam tidak ada gunanya sedikit pun

Jangan bersedih, sebab kesedihan hanya akan
membuat makanan yang enak terasa hambar, langit yang indah terasa
hampa, bunga yang mekar menjadi layu, dan kehidupan dunia menjadi
penjara yang pengap

Jangan bersedih, karena kita masih memiliki
dua mata, dua telinga, dua bibir, dua tangan, dan dua kaki, lidah dan
hati. Kita masih merasakan kedamaian, keamanan, dan kesehatan

Jangan bersedih, karena kita masih memiliki
agama yang kita yakini, rumah yang kita diami, nasi yang kita makan,
air yang kita minum, pakaian yang kita pakai, dan saudara tempat kita
berbagi rasa

Mengapa kita harus bersedih?

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?