karena lumpur yang menenggelamkan rumah mereka

adikku,
sedih rasanya ketika tahu
beberapa dari kamu tidak dapat bersekolah lagi karena untuk membeli peralatan sekolah pun tak mampu
sudah cukup berat kamu merasakan hidup di pengungsian selama 365 hari apalagi ditambah tidak dapat bermain dengan teman-temanmu

malu banget menegakkan kepala ketika tahu
ternyata untuk ke sekolah kamu harus bangun sangat pagi hingga tidak sempat untuk sarapan
padahal aku di sini masih bermalas-malasan bangun pagi

Pilu hati ini ketika tahu
bahwa ibumu sedih karena sekarang kau telah berubah menjadi lebih pendiam, lebih pemarah, bahkan tidak memiliki cita-cita lagi
sedangkan aku disini masih bercita-cita untuk mengejar kebahagiaanku sendiri

mulut ini beku ketika
kau selalu mengeluh tentang "kapan rumahku diganti, kapan aku punya rumah lagi"
padahal aku cukup nyaman di kosan yang luas ini

Tuhan, beri aku kesempatan untuk merangkai pelangi di kehidupan adik-adikku

Leave a Reply