Pelajaran dari sahabat
Rabu, 7 Desember 2005
Banyak hal yang kupelajari dari seorang sahabat yang tidak perlu kusebutkan namanya disini.
bahwa ternyata selama ini rasa cintaku kepada bunda belum apa-apa.
kemudian, suatu hal yang diyakini tidak hanya harus dirasakan ataupun dikatakan, namun harus diwujudkan.
ah, ini pelajaran smpku tentang iman. maaf ibu guruku kalo ternyata kata-kata itu tidak benar masuk kedalam akal, pikiran bawah sadar, dan hati. padahal teori itu bisa diimplementasikan ke banyak hal.
/*sedikit menertawai diriku*/
aq banyak belajar dari pembawaan sahabatku ini. dari ilmu-ilmu yang dia ceritakan padaku ketika dia baru mengetahui hal itu(padahal justru aq dah tahu sejak lama), tapi kok aq baru benar2 menyadarinya ketika aq bercermin ke sahabatku itu.
lagi-lagi menertawai diriku.insyaAllah akan kuingat selamanya khilaf ini.
-Kenapa aq baru benar-benar sadar bahwa restu ibu itu punya kekuatan besar?
-mengapa aq baru sadar bahwa keyakinan itu harus diwujudkan intinya kongkrit.
- banyak pelajaran lainnya tapi saat aku menulis puisi untuk sahabatku ini masih dua hal ini yang terlintas bagiku.
Subhanallah, lagi-lagi ini adalah kehendak-Mu…
banyak tempat belajar, banyak cara untuk bercermin, tidak hanya ke orang-orang yang suci(ulama atau ustaz) bahkan ke orang biasa pun justru ilmu yang kudapatkan sangat dahsyat…
Tuntun terus mata ini untuk melihat fenomena-fenomena yang ada
Tuntunlah jiwa ini untuk belajar menjadi lebih baik
Tuntunlah raga ini untuk berguna bagi orang lain
Tuntunlah hati ini untuk selalu mengingat-Mu..
kepada-Mu aku menuju
Sebelum Kau hentikan waktu bagiku
semoga aq dapat mengumpulkan sebanyak-banyak kebahagiaan, kebanggaan, kebaikan untuk
Bundaku
ayahku
saudara-sauadaraku
agamaku
Dekatkan hati ini kepada bunda agar senantiasa bisa bersujud kepada-Mu Ya Rabb