Ibu…kangen

23 Desember
2005(setelah hari ibu)

 

Bukan karena ini
hari ibu, maka aku kangen padamu

Bukan karena ini
hari ibu, aq menangis terharu karenamu

Namun karena
rasa sayangmu yang telah aku nikmati setiap detik dalam hidupku

Sifat pemaafmu
yang sangat besar

Sifat penolongmu
yang melindungiku

Sifat
perhatianmu yang mendukungku

Terlalu banyak yang
kau berikan ibu…

tapi, aku sedih
ibu…

karena sampai
saat ini aku merasa bahwa aq belum memberikan apa-apa kepadamu?

Namun, aku
sering membuatmu sedih ibu

Tapi sifat pemaafmu
dapat menolongku ibu…

Ibu betapa kami
sebagai anak-anak memiliki cita-cita untuk membuatmu bahaiga.

Sejak aku
menghirup udara, aku yakin telah memiliki keinginan itu.

 

Sekilas
kuperhatikan sebuah iklan di salah satu stasiun teve sehubungan dengan hari
ibu.

“Apa yang udah
kamu berikan buat ibu selama ini?” itulah hal yang kurang lebih yang ingin
disampaikan.

Sungguh miris
rasanya, aku merasa sangat tersindir?

Apa yang sudah
aku berikan? Apakah bentuk perhatianku? Aku hanya mau diperhatikan tapi kadang
malah kurang perhatian?

Betapa
durhakanya aku jadi seorang anakmu Ibu?

Tapi disaat aku
ingin minta maaf padamu justru engkau telah lebih dahulu memaafkanku.

 

Sungguh indah
duniaku bersamamu ibu.

Aku mencintaimu
layaknya aku selalu ingin mendekatkan diri pada penciptamu.

Ibu, aku rindu
padamu…pengen rasanya menciummu dan mengatakan

“maafkan aku
ibu…aq sangat mencintamu jauh sebelum aq benar-benar sadar dan saat aku pernah
lupa bahwa setiap detikku adalah doa darimu…”

‘ibu, jangan kau
simpan sendiri perasaan itu agar kami bahagia tapi yakinlah bahwa kami adalah
orang pertama yang ingin mendengar isi perasaanmu….

Tidak hanya
engkau, seseorang yang ingin selalu mengetahui masalah-masalah yang dihadapi
oleh anakmu, tapi kami juga anakmu ibu yaitu sebagian dari dagingmu ingin mengetahui
apa yang kau rasakan kini dan ingin dapat mengurangi sedikit bebanmu…

Betapa kami
ingin berbagi denganmu, betapa kami juga ingin selalu mengerti engkau ibu.

Ketika aku dan
ibu bertengkar, sejujurnya aku pun sedih ibu, aku pun tidak ingin membuatmu
sedih ibu tapi syaitan-syaitan itu terlalu sirik denganmu ibu hingga mereka pun
ingin membuatmu sedih….

Betapa indahnya
kasih sayangmu, baiknya hatimu, malaikat pun memujamu ibu.’

 

Ibu, aku
kangen….

Disaat aku
terjatuh, kau lah yang meyakiniku untuk bangkit.

Kaulah yang
sangat mempercayai kekuatanku…’

Tak ada orang
yang paling mengenalku selain engkau…

semua karena
doamu ibu…

“Untuk selalu
berharap agar aku menjadi anak yang sholeh,

Semoga aku
selalu rajin beribadah

Semoga aku
selalu sukses.

Semoga aq
diberikan yang terbaik

Dan yang
terpenting, semoga anakmu dapat selamat dunia dan akhirat sehingga aku dapat
selalu dapat menyayangimu dunia dan akhirat.’

 

Doamu berisikan
kebaikan-kebaikan layaknya perbuatanmu.

Kau minta yang terbaik
untuk anakmu dan keluargamu, bahkan terkadang kau lupa pada dirimu sendiri.

Inilah tugas
kami, untuk mendoakanmu ibu walaupun aq yakin Allah akan lebih mendengarkan
doamu tapi dengan berbekal rasa sayang yang tidak dapat terucapkan lengkap
dengan kata-kata ini aq anakmu akan selalu mendoakanmu ibu, akan selalu
berbakti kepadamu ibu….ibu aku menyayangimu ibu….aku rindu kepadamu ibu…

 

Ibu betapa sakit
hati ini bila aku mengingat dosa-dosaku padamu terlebih ketika aq membuatmu
sedih. Ibu, mungkin berjuta-juta maaf pun tidak bisa menghapus dosaku itu ibu.

Ibu disaat aku
menyadari kesalahanku aku benar-benar berharap aku tidak akan mengulangi hal
itu lagi…

Ibu dimana pun
kau berada, ingin rasanya aq menemuimu dan memelukmu kemudian memberikan segala cinta yang ada dihati ini
walaupun itu tidak cukup atas segala kebaikanmu..tapi ingin rasanya aku
membuatmu bahagia, puas dan bangga atas didikanmu ini ibu.

 

Untuk semua ibu
yang sangat mencintai anak-anaknya…

Semoga ibu ditempatkan di sisi Allah maha penyayang kelak di akhirat kelak
karena ibu lah manusia yang paling besar rasa sayangnya di dunia ini..

 

Terima kasih
atas anugrah yang sangat besar kepada kami, atas sifat maha penyayangmu, Kau
beri kami anugrah cinta Ibu kepada kami. Sungguh engkaulah Maha Penyayang,
sebagian sifatmu yang dimiliki oleh ibu kami pun lebih dari cukup untuk kami.

Semoga kami pun
memiliki rasa kasih sayang yang besar untuk membuat ibu bahagia

“ Terima kasih
ya Allah kau masih menjaga ibu-ibu kami untuk kami walaupun kami sebagai anak
yang bertanggung jawab menjaga mereka, walaupun kami masih suka membuat mereka
sedih. Beliau merupakan pelita hati kami yang tiada pernah pudar cahayanya
untuk kami dan benih-benih kebaikan yang ditebarkan tiada pernah habis”.

Leave a Reply