Archive for December, 2005

Pagi yang cerah di tahun 2006

Saturday, December 31st, 2005

………………

Tahun ini kontrak usia saya di dunia sudah berkurang lagi. Maka selayaknya saya tak lagi tertatih atau berjalan pelan menujuNya. Saya harus berlari! Berlari!

Ah, membuka lembar pertama di tahun yang baru. Mata saya masih berkaca-kaca mendapatkan kepercayaan dari Allah untuk bisa menghirup nafas lebih lama dan menyusun rencana kehidupan saya ke depan.
………………

sebuah kutipan dari blog bunda Helvy di awal tahun baru hijriah….
terima kasih bunda karena tulisanmu menemaniku dalam menyonsong pagi yang cerah di tahun baru ini.

Bismillah….

Saturday, December 31st, 2005

Alhamdulillah masih bisa merasakan tahun 2006 walaupun gak penting banget sih….
yang pasti mungkin cuma satu kata yang bisa terpikir untuk ditulis pertama kali tahun ini.
Bismillahhirrahmannirahim…
"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"
^_^ ^_^ ^_^
semoga masih selalu dilindungi dan disayang Amin…………………..
mama, papa, aan,….met tahun baru yah….
semoga semua sukses deh…..
ToEt….TOEt…..ToeT……
(Dalam kesenangan bisa nge net gratis tanpa batas nih he3)

Merenunglah sejenak

Saturday, December 31st, 2005

Fitra sayang,

Allah tidak pernah menjanjikan hari-hari kita akan berlalu tanpa sakit
Berhias tawa tanpa kesedihan
Berselimut matahari tanpa hujan, atau
Siang tanpa malam …

Tapi yang pasti, jika kita mau …
Allah menjanjikan kita kekuatan untuk melampaui kehidupan hari ini
Jika kita mau …
Allah menjanjikan kita dengan kasih sayangnya yang tak kenal batas
Dan tak pernah berhenti
Jika kita mau …
Allah memberikan pelita kepada kita untuk bisa melalui hidup ini dengan selamat

Sayang,
Janji-janji itu harus kita rengkuh
Kita harus menapaki langkah demi langkah
Untuk memperoleh kekuatan yang Allah janjikan
Agar kita dapat menuju kasih sayang Allah
Agar pelita itu bisa kita genggam
Agar kasih dan sayang yang Ia janjikan bisa mengalir membasahi jiwa

Ketuklah hati kita masing-masing
Buka dan bicaralah pada-Nya
Kesulitan dan kepahitan adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan
Nasihatilah jiwa,
Pahami keinginannya
Agar tetap berada pada jalan Allah, betapapun keadaannya …

Morning, 29 april 2005

4 jam 15 menit menuju detik-detik pergantian tahun…bersama teman-teman mempersiapkan masa depan ^_^

Ibu…kangen

Friday, December 30th, 2005

23 Desember
2005(setelah hari ibu)

 

Bukan karena ini
hari ibu, maka aku kangen padamu

Bukan karena ini
hari ibu, aq menangis terharu karenamu

Namun karena
rasa sayangmu yang telah aku nikmati setiap detik dalam hidupku

Sifat pemaafmu
yang sangat besar

Sifat penolongmu
yang melindungiku

Sifat
perhatianmu yang mendukungku

Terlalu banyak yang
kau berikan ibu…

tapi, aku sedih
ibu…

karena sampai
saat ini aku merasa bahwa aq belum memberikan apa-apa kepadamu?

Namun, aku
sering membuatmu sedih ibu

Tapi sifat pemaafmu
dapat menolongku ibu…

Ibu betapa kami
sebagai anak-anak memiliki cita-cita untuk membuatmu bahaiga.

Sejak aku
menghirup udara, aku yakin telah memiliki keinginan itu.

 

Sekilas
kuperhatikan sebuah iklan di salah satu stasiun teve sehubungan dengan hari
ibu.

“Apa yang udah
kamu berikan buat ibu selama ini?” itulah hal yang kurang lebih yang ingin
disampaikan.

Sungguh miris
rasanya, aku merasa sangat tersindir?

Apa yang sudah
aku berikan? Apakah bentuk perhatianku? Aku hanya mau diperhatikan tapi kadang
malah kurang perhatian?

Betapa
durhakanya aku jadi seorang anakmu Ibu?

Tapi disaat aku
ingin minta maaf padamu justru engkau telah lebih dahulu memaafkanku.

 

Sungguh indah
duniaku bersamamu ibu.

Aku mencintaimu
layaknya aku selalu ingin mendekatkan diri pada penciptamu.

Ibu, aku rindu
padamu…pengen rasanya menciummu dan mengatakan

“maafkan aku
ibu…aq sangat mencintamu jauh sebelum aq benar-benar sadar dan saat aku pernah
lupa bahwa setiap detikku adalah doa darimu…”

‘ibu, jangan kau
simpan sendiri perasaan itu agar kami bahagia tapi yakinlah bahwa kami adalah
orang pertama yang ingin mendengar isi perasaanmu….

Tidak hanya
engkau, seseorang yang ingin selalu mengetahui masalah-masalah yang dihadapi
oleh anakmu, tapi kami juga anakmu ibu yaitu sebagian dari dagingmu ingin mengetahui
apa yang kau rasakan kini dan ingin dapat mengurangi sedikit bebanmu…

Betapa kami
ingin berbagi denganmu, betapa kami juga ingin selalu mengerti engkau ibu.

Ketika aku dan
ibu bertengkar, sejujurnya aku pun sedih ibu, aku pun tidak ingin membuatmu
sedih ibu tapi syaitan-syaitan itu terlalu sirik denganmu ibu hingga mereka pun
ingin membuatmu sedih….

Betapa indahnya
kasih sayangmu, baiknya hatimu, malaikat pun memujamu ibu.’

 

Ibu, aku
kangen….

Disaat aku
terjatuh, kau lah yang meyakiniku untuk bangkit.

Kaulah yang
sangat mempercayai kekuatanku…’

Tak ada orang
yang paling mengenalku selain engkau…

semua karena
doamu ibu…

“Untuk selalu
berharap agar aku menjadi anak yang sholeh,

Semoga aku
selalu rajin beribadah

Semoga aku
selalu sukses.

Semoga aq
diberikan yang terbaik

Dan yang
terpenting, semoga anakmu dapat selamat dunia dan akhirat sehingga aku dapat
selalu dapat menyayangimu dunia dan akhirat.’

 

Doamu berisikan
kebaikan-kebaikan layaknya perbuatanmu.

Kau minta yang terbaik
untuk anakmu dan keluargamu, bahkan terkadang kau lupa pada dirimu sendiri.

Inilah tugas
kami, untuk mendoakanmu ibu walaupun aq yakin Allah akan lebih mendengarkan
doamu tapi dengan berbekal rasa sayang yang tidak dapat terucapkan lengkap
dengan kata-kata ini aq anakmu akan selalu mendoakanmu ibu, akan selalu
berbakti kepadamu ibu….ibu aku menyayangimu ibu….aku rindu kepadamu ibu…

 

Ibu betapa sakit
hati ini bila aku mengingat dosa-dosaku padamu terlebih ketika aq membuatmu
sedih. Ibu, mungkin berjuta-juta maaf pun tidak bisa menghapus dosaku itu ibu.

Ibu disaat aku
menyadari kesalahanku aku benar-benar berharap aku tidak akan mengulangi hal
itu lagi…

Ibu dimana pun
kau berada, ingin rasanya aq menemuimu dan memelukmu kemudian memberikan segala cinta yang ada dihati ini
walaupun itu tidak cukup atas segala kebaikanmu..tapi ingin rasanya aku
membuatmu bahagia, puas dan bangga atas didikanmu ini ibu.

 

Untuk semua ibu
yang sangat mencintai anak-anaknya…

Semoga ibu ditempatkan di sisi Allah maha penyayang kelak di akhirat kelak
karena ibu lah manusia yang paling besar rasa sayangnya di dunia ini..

 

Terima kasih
atas anugrah yang sangat besar kepada kami, atas sifat maha penyayangmu, Kau
beri kami anugrah cinta Ibu kepada kami. Sungguh engkaulah Maha Penyayang,
sebagian sifatmu yang dimiliki oleh ibu kami pun lebih dari cukup untuk kami.

Semoga kami pun
memiliki rasa kasih sayang yang besar untuk membuat ibu bahagia

“ Terima kasih
ya Allah kau masih menjaga ibu-ibu kami untuk kami walaupun kami sebagai anak
yang bertanggung jawab menjaga mereka, walaupun kami masih suka membuat mereka
sedih. Beliau merupakan pelita hati kami yang tiada pernah pudar cahayanya
untuk kami dan benih-benih kebaikan yang ditebarkan tiada pernah habis”.

Pelajaran dari sahabat

Thursday, December 8th, 2005

Rabu, 7 Desember 2005

Banyak hal yang kupelajari dari seorang sahabat yang tidak perlu kusebutkan namanya disini.
bahwa ternyata selama ini rasa cintaku kepada bunda belum apa-apa.
kemudian, suatu hal yang diyakini tidak hanya harus dirasakan ataupun dikatakan, namun harus diwujudkan.
ah, ini pelajaran smpku tentang iman. maaf ibu guruku kalo ternyata kata-kata itu tidak benar masuk kedalam akal, pikiran bawah sadar, dan hati. padahal teori itu bisa diimplementasikan ke banyak hal.
/*sedikit menertawai diriku*/

aq banyak belajar dari pembawaan sahabatku ini. dari ilmu-ilmu yang dia ceritakan padaku ketika dia baru mengetahui hal itu(padahal justru aq dah tahu sejak lama), tapi kok aq baru benar2 menyadarinya ketika aq bercermin ke sahabatku itu.
lagi-lagi menertawai diriku.insyaAllah akan kuingat selamanya khilaf ini.
-Kenapa aq baru benar-benar sadar bahwa restu ibu itu punya kekuatan besar?

-mengapa aq baru sadar bahwa keyakinan itu harus diwujudkan intinya kongkrit.

- banyak pelajaran lainnya tapi saat aku menulis puisi untuk sahabatku ini masih dua hal ini yang terlintas bagiku.

Subhanallah, lagi-lagi ini adalah kehendak-Mu…
banyak tempat belajar, banyak cara untuk bercermin, tidak hanya ke orang-orang yang suci(ulama atau ustaz) bahkan ke orang biasa pun justru ilmu yang kudapatkan sangat dahsyat…

Tuntun terus mata ini untuk melihat fenomena-fenomena yang ada
Tuntunlah jiwa ini untuk belajar menjadi lebih baik
Tuntunlah raga ini untuk berguna bagi orang lain
Tuntunlah hati ini untuk selalu mengingat-Mu..
kepada-Mu aku menuju

Sebelum Kau hentikan waktu bagiku
semoga aq dapat mengumpulkan sebanyak-banyak kebahagiaan, kebanggaan, kebaikan untuk
    Bundaku
    ayahku
    saudara-sauadaraku
    agamaku

Dekatkan hati ini kepada bunda agar senantiasa bisa bersujud kepada-Mu Ya Rabb

masfaiz, seorang yang sangat aku kagumi

Thursday, December 8th, 2005

AYAH
BUNDAKU

 

Bunda
engkau
adalah
rembulan yang menari
dalam dadaku

Ayah
engkau
adalah
matahari yang menghangatkan
hatiku

Ayah Bunda
kucintai
kau berdua
seperti aku

mencintai surga

Semoga
Allah mencium ayah bunda
dalam tamanNya terindah
nanti

 

(Januari  2002,
dari buku: Untuk Bunda dan Dunia, DAR Mizan 2004)

Setelah baca puisi aq sangat terharu…
banyak puisi lain dari masfaiz ini yang menyentuh hati lho…
temenku nanya kenapa yah…puisinya tuh bikin kita terharu menyentuh buanget lah…
trus aku berpikir…kata-katanya itu tidak ada yang susah namun dirangkaikan dengan indah,
tapi banyak penyair-penyair yang bsa nulis kata-kata indah tapi kenapa setiap aq membaca
tulisannya(gak hanya puisi lho, yg ada di blog masfaiz) aq selalu terharu bahkan menitikkan air mata.

kenapa?
karena menurutku, masfaiz menulis puisi dengan hati, jujur, apa adanya, ungkapan perasaan, menggambarkan dirinya.
jadi, ketika aq terharu membaca puisinya, tidak lain aq pun terpukau dengan kepribadian anak ini,
aq kagum dengan mbak helvy tiana rosa selaku bunda dari mas faiz, bagaimana caranya mendidik seorang anak semata wayang ini sehingga bsa pintar dan murah hati.

Subhanallah inilah kehendak Allah swt. karena kepribadian anak adalah cerminan dari orang tua khususnya ibunya.
sebab, setelah aq baca tentanga masa kecil ibunya yg diceritakan di blognya faiz, bahwa mbak helvy tiana rosa sejak kecil kepribadiannya seperti faiz yaitu seorang yang sangat peka terhadap lingkungan, dermawan, sangat cinta dengan masyarakat kecil.

wah, terlalu banyak kebaikan untuk menggambarkan kepribadian mas faiz dan ibunya, ayahnya juga tentunya namun aq belum banyak tahu(yang pasti ayahnya adalah orang yang pintar buanget).
kesimpulannya seorang faiz adalah perpaduan dari dua kebaikan dan kelebihan yang dimiliki orangtuanya.
hal tersebut yang memotivasi fitra untuk selalu menjadi orang yang dekat dengan Allah swt. menjadi orang yang berguna bagi orang lain..

banyak pelajaran dari tulisan seorang masfaiz…

insyaAllah tulisannya dapat membawanya kepada tujuan hidupnya

Ya, Allah tuntunlah anak-anak Indonesia menjadi penerus bangsa yang akan membawa Indonesia ke masa yang jaya amien…

saya yakin masih banyak masfaiz-masfaiz lainnya.
yang masih kecil, remaja, seumurku, dan mungkin sekarang sedang menanti ajalnya.
Tuntunlah kami ya Rabb agar kembali bersama-Mu

DOAKU HARI
INI


Tuhanku

berikanlah waktumu
padaku

untuk tumbuh di jalan cinta

dan
menyemainya

di sepanjang jalan ayah
bundaku

di sepanjang jalan
Indonesiaku

di sepanjang jalan aku
menujuMu

 

Amin

 

(Juli, 2003, dari buku: Untuk Bunda dan
Dunia, DAR Mizan 2004)

(Puisi diatas saya ambil dari Taman Hati Abdurrahman Faiz http://masfaiz.multiply.com)